Pusat Info Tempat Wisata Tujuan Bali


Kerajaan-Kerajaan di Bali

kerajaan di baliDahulunya wilayah Indonesia berkembang dari banyak kerajaan di setiap daerah. Mulai dari kerajaan agama Hindu, lalu agama Budha, dan terakhir agama Islam. Setiap kerajaan memiliki cerita dan sejarah tersendiri. Salah satu wilayah Indonesia yang cukup terkenal dengan sistem kerajaannya adalah Bali. Kerajaan di Bali merupakan kerajaan yang termasuk ke dalam kerajaan Hindu. Kerajaan di Bali yang cukup dikenal adalah kerajaan Buleleng dan kerajaan Karangasem. Berikut ulasannya:

1. Kerajaan Buleleng

Kerajaan ini didirikan oleh I Gusti Anglurah Panji Sakti pada tahun 1700 Masehi. Kerajaan ini berdiri untuk mepersatukan wilayah-wilayah yang berada di daerah Bali bagian utara.

Pada waktu kecil, pendiri kerajaan ini adalah putra dari selir seorang raja di sebuah desa di Bali. Ayahnya. Karena menurut I Gusti Ngurah Jelantik, anaknya yang bernama I Gusti Anuglurah Panji Sakti ini memiliki kekuatan supranatural sejak kecil, maka dia membuang putranya ini ke desa Den Bukit.

Ternyata nasib berkata lain, I Gusti Anugrah Panji Sakti menjadi penguasa di desa Den Bukit, lalu daerah ini dijadikannya kerajaan Buleleng. Kerajaan Buleleng bahkan pernah meluas sampai ke pulau Jawa, tepatnya di ujung timur pulau Jawa.

Pada tahun 1846, kapal Belanda berlabuh di daerah kekuasaan kerajaan ini. Berdasarkan hukum Tawan Karang, setiap kapal yang berlabuh tanpa izin akan menjadi milik kerajaan Buleleng. Hal ini memicu peperangan antara kerajaan Buleleng dengan pihak Belanda. Peperangan yang dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik akhirnya berakhir pada kemenangan.

Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1848 Belanda kembali melakukan penyerangan terhadap kerajaan Buleleng. Pada awal tahun 1849, Belanda berhasil menghancurkan benteng pertahanan kerajaan Buleleng. Hal ini membuat posisi Buleleng semakin lemah, kerajaan Buleleng akhirnya kalah dan sejak itu dikuasai oleh Belanda.

2. Kerajaan Karangasem

Nama Karangasem berasal dari sebuah kata yaitu Karangsamadi, lama kelamaan nama ini berubah menjadi Kabupaten Karangasem. Sejarah berdirinya kerajaan Karangasem sangat berhubungan dengan konflik yang terjadi di kerajaan Gelgel. Perebutan kekuasaan di kerajaan Gelgel membuat raja yang memerintah terbunuh, namun putranya I Gusti Oka Selamat. I Gusti Oka yang akhirnya menjadi pendiri kerajaan Karangasem.

Kerajaan Karangasem sempat dikuasai oleh kerajaan Buleleng (tahun 1820), karena peperangan yang terjadi dimenangkan oleh kerajaan Buleleng yang saat itu dipimpin oleh raja Dewa Pahang. Akan tetapi, kekuasaan pada kerajaan Karangasem akhirnya kembali direbut oleh I Gusti Lanang Peguyangan.

Pada tahun 1849, kerajaan Karangasem berhasil dikuasai oleh Belanda. Peperangan dalam mempertahankan kedaulatan kerajaan ini membuat raja I Gusti Ngurah Gde Karangasem yang memerintah saat itu gugur. Pemerintahan di kerajaan ini pun menjadi vakum atau tidak memiliki raja.

Belanda menetapkan raja Mataram untuk mengisi kekosongan pemerintahan di Karangasem ini. Tahun 1906 pemerintahan di kerajaan Karangasem dibentuk oleh Belanda, dengan 3 jenis bentuk sistem pemerintahan, yaitu:

  1. Rechtstreeks bestuurd gebied (pemerintahan secara langsung) meliputi wilayah Buleleng, wilayah Jembrana, dan pulau Lombok.
  2. Zelfbesturend landschappen (pemerintahan mandiri sendiri) meliputi wilayah Badung, wilayah Tabanan, wilayah Klungkung, dan wilayah Bangli.
  3. Stedehouder (dipimpin oleh wakil yang ditunjuk oleh pihak Belanda), pemerintahan seperti ini meliputi daerah Gianyar dan daerah Karangasem.

Sejak penjajah Belanda menguasai kerajaan Karangasem pemerintahan di kerajaan ini makin buruk. Kontrol Belanda yang terlalu berlebihan membuat kerajaan ini semakin lemah dan tidak memiliki kemampuan untuk mengatur pemerintahannya sendiri.

Incoming search terms: sistem pemerintahan kerajaan buleleng, sistem kepercayaan kerajaan buleleng, sistem politik kerajaan buleleng, pemerintahan kerajaan buleleng, Agama kerajaan buleleng, sistem pemerintahan kerajaan karangasem, sistem politik dan pemerintahan kerajaan buleleng, sistim pemerintahan kerajaan buleleng, yhs-fullyhosted_003, Politik Kerajaan Buleleng.

Komentar »

0 Komentar

Beri Komentar